• Lyhne Groth posted an update 1 month, 1 week ago

    Menjadi seorang pemain Esports profesional kongkritnya tak semudah dan seenak yang mungkin dibayangkan banyak orang. Dapat, untuk menjadi atlet Esports Indonesia yang berkesempatan membela bangsa di beragam turnamen dari berjenis-jenis tingkatan. Wujud itu datang dengan tanggung jawab yang besar pula, serta potensi adanya beban mental yang rawan menyerang masing-masing individu.

    Menjadi seorang atlet profesional di bidang Esports tentu menjadi asa banyak orang, terpenting bagi yang sudah mencintai kesibukan bermain game online untuk waktu yang lama. menekuni hal yang digemari, dan berkesempatan untuk menjalani karier dengan prospek gemilang, tentu akan menyenangkan bagi penggemar Esports dengan atensi yang besar. Sayangnya, menjadi atlet Esports juga memiliki kemungkinan untuk hal-hal tidak mengenakkan lainnya.

    Untuk menjadi seorang atlet Esports profesional, seseorang semestinya rela melakukan sejumlah pengorbanan, dimulai dari masa berlatih hingga meniru berjenis-jenis pertandingan. Termasuk di lingkungan Esports Indonesia, meniti karier sebagai seorang pemain profesional pada dasarnya tak bisa semudah dan secepat itu dilakukan. Salah satu dilema yang sudah menghadang tiap individu dari awal merupakan burnout, atau kelelahan. dari kelelahan ini bisa berupa stres dan rasa bosan yang melanda pemain.
    esportsku bisa timbul ketika sistem latihan tak pas, atau tekanan yang dirasakan terlalu berat.

    Kelihatannya, seorang pemain Esports ‘hanya’ butuh duduk dan bermain di depan layar telpon seluler atau komputer. Faktanya, fokus, stamina dan kesiapan mental yang tinggi dituntut untuk dimiliki tiap individu. Terdapat sejumlah turnamen yang bisa diselenggarakan dalam tiap-tiap tahunnya. berarti, masing-masing pemain wajib mampu menunjukkan ketrampilan terbaiknya lebih dari satu kali, serta bersepakat untuk senantiasa menjaga performa mereka supaya stabil untuk waktu yang lebih lama. Sesudah yang diceritakan sebelumnya, tekanan juga bisa berperan penting dalam situasi mental seorang pemain Esports.

    Umpan balik dari pihak manajemen, sampai publik yang bisa secara bebas berseloroh, dapat memengaruhi kestabilan pemain tersebut. Menekuni cabang olahraga yang memang berbasis online membikin atlet Esports lebih rawan dengan apa saja yang bergulir di media sosial, termasuk komentar buruk atau keinginan yang terlampau tinggi untuk dia emban. Pada dasarnya, situasi yang mengharuskan pemain untuk berlatih dan berlomba secara optimal, serta elemen eksternal lain yang tak dapat dihentikan lajunya, berperan dalam memberikan beban mental.

    Pentingnya menjaga emosional, selain senantiasa mengasah kemampuan secara teknis, akan mendorong keberhasilan seorang atlet Esports Indonesia. Pasalnya, kini kita sudah lebih tahu, bahwa melakoni pekerjaan sebagai atlet Esports profesional tidak semudah yang dibayangkan. Harapannya, ekosistem di Tanah Air dapat menyusun karakter pemain yang kuat supaya senantiasa sanggup menghadapi tantangan yang datang dari permainan ataupun pikirannya.